Suatu Malam

Malam adalah suatu masa (waktu) di mana sebuah tempat sedang berada pada posisi yang tidak berhadapan dengan matahari, dan oleh karenanya menjadi gelap. Pada saat belahan planet bumi sedang mengalami waktu malam hari ini, belahan lainnya akan mengalami waktu siang hari. Malam hari kadang-kadang didefinisikan sebagai waktu antara tenggelamnya matahari di ufuk (horizon) sebelah barat sampai munculnya matahari di ufuk sebelah timur pada keesokan harinya… (sumber: Wikipedia)
Apa definisi Anda tentang malam ? Apakah berarti suasana yang mencekam ? Suasana yang sunyi dan dingin ? Atau Anda bingung sendiri untuk mengartikannya ? Bagi saya, malam adalah suatu peristiwa alam yang dinantikan oleh kita semua. Pada malam hari, kita bisa beristirahat, bersantaia, dan juga bekerja.
Malam bukanlah suatu hal yang harus ditakuti dengan gambarannya selama ini. Sekarang malam telah menjelma menjadi ‘sosok’ yang diidamkan, bahkan belanja malam hari pun dijadikan promosi wisata di beberapa negara. Tak sedikit juga jumlah hiburan malam yang ada saat ini, sehingga suasana malam menjadi semarak.
Banyak juga orang yang merasakan nikmat luar biasa saat beribadah di malam hari. Orang-orang dalam golongan ini, menemukan suatu kekhusyukan yang luar biasa sehingga mereka benar-benar bisa menikmati ibadahnya. Keheningan malamlah yang membuat mereka merasakan hal seperti itu.
Namun, bagi saya pribadi malam menyimpan kekuatan yang luar biasa. Bukan karena banyaknya wisata belanja, hiburan malam yang tersebar, ataupun nikmat dalam beribadah, melainkan karena banyaknya hal ajaib yang terjadi pada malam hari. Pada saat kuliah dulu, saya cenderung lebih bisa belajar di malam hari dibandingkan saat siang. Otak ini serasa lebih siap untuk menerima ‘setoran’ ilmu. Sekarang, saya cenderung memikirkan langkah-langkah hidup pada malam hari karena pada siang harinya saya sibuk dengan pekerjaan. Ide-ide gila saya pun kebanyakan muncul pada malam hari saat saya sedang merebahkan badan di kasur.
Saat malam hari pun, saya merasakan bahwa manusia itu sebenarnya amat sangat kecil dibandingkan dengan alam semesta ini. Manusia yang tidak berdaya saat diberi ‘batuk kecil’ oleh gunung berapi dan pasrah saat Bumi ini ‘menggeliatkan’ sebagian ‘tubuh’nya. Saya tersadar juga bahwa manusia itu tidak sepantasnya bersombong diri dengan kekuatan yang ada pada dirinya. Kekuatan yang ada pada diri manusia hanyalah titipan dari Dia, Yang Maha Kuasa.
Malam memang harus selalu kita rindukan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s