PAGI 43

Ketemu lagi sama saya..

Gak pake lama, saya tadi berangkat ngantor dari tempat teman di Cempaka Putih. Biasanya saya naik bus transjakarta untuk menuju kantor, dan hal biasa itu tetap terlaksana. Namun, ada hal yang luar biasa terjadi.

Begini cerita (bak seorang presenter), saya menginap di kontrakan teman dikarenakan saya hendak mengembalikan pakaian yang saya pinjam minggu lalu. Kemarin malam, saya menuju ke sana. Ternyata sesampainya di sana, salah satu  teman saya sedang sakit. Panasnya edan-edanan. Tak pernah saya menemukan orang dengan suhu badan sepanas dia, sayangnya tak ada termometer sehingga saya kurang tahu persis suhu tubuhnya saat itu. Tidur saya malam itu tidak senyenyak biasanya, karena was-was dia tambah parah.

Pagi pun datang juga. Teman yang sakit minta diantarkan ke dokter dekat kontrakan, padahal waktu itu saya sudah siap berangkat ke kantor, jam menunjukkan pukul 06.00. Dengan memperhatikan asas persaudaraan, saya mengantarkannya ke dokter. Pemeriksaan selesai, sementara waktu itu dia dianggap mengidap thyphus.

Setelah mengatar dia ke dokter, saya ngojek ke halte bus transjakarta terdekat. Jam di tangan sudah menunjukkan pukul 06.19. Dengan perasaan khawatir terlambat ngantor, saya ngantri di loket. Perasaan bertambah cemas setelah melihat antrian calon penumpang bus yang lumayan banyak. Belum lagi nantinya saya harus ganti bus di Halte Harmoni untuk menuju kantor.

Lalu datanglah bus itu, dan ternyata bus itu menuju Bundaran Senayan, halte yang saya tuju ! Alhamdulillah, Allah memang senantiasa menolong hambaNya. Saya pun dapat menikmati perjalanan menuju kantor dengan tenang. Dalam bus, ada satu pemandangan menarik. Terdapat satu penumpang, yang sejak saya naik bus, sedang asyik memainkan rubrik 4x4x4. Dengan lincahnya dia memainkan rubrik itu, sembari kadang-kadang tampak dia sedang berpikir. Permainan itu diselesaikannya tepat di halte Pecenongan, sedangkan saya naik dari Rawa Selatan. Namun, kapan persisnya dia memulai dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan permainan itu saya tidak mengetahuinya.

Sampai juga di halte Bunderan Senayan. Dari Bunderan Senayan, biasanya saya nyambung lagi naik bis Kopaja 66. Nah, kali ini bis Kopaja yang saya naiki tergolong eksekutif, ada tv dan juga kursinya empuk. Suatu hal yang jarang ditemui. Turun dari bis Kopaja, saya berjalan kaki menuju kantor. Sedang asyik berjalan, tiba-tiba ada motor yang berhenti di depan saya, dan ternyata dia salah satu teman kantor. Perjalanan menuju kantor menjadi tambah asyik dengan diboncengnya saya menuju kantor.

Wah, salah satu pagi yang luar biasa menurut saya…. Thanks God.

Jadi, ilmu yang bisa dipetik adalah : jika kita menolong sesama, maka kita pun akan ditolong oleh Allah, Yang Maha Penolong. Pertolongan Allah senantiasa (jauh) lebih baik daripada pertolongan kita terhadap orang lain.

^_^

Jkt, 07.55

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s