JOGJA (hampir) SETAHUN LALU

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan nama resmi dari provinsi yang terletak di selatan pulan Jawa bagian tengah. Nama lain yang disandang oleh Yogyakarta adalah Ngayogyakarta Hadiningrat yang merupakan nama yang disandang oleh kota Yogyakarta sejak jaman Sultan Hamengkubuwono I. Namun, saya sendiri lebih senang menggunakan kata Jogja untuk menyebut provinsi yang sekarang dipimpin oleh gubernur sekaligus sultan dari Kesultanan Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwono X.

Hampir setahun lalu saya dan si Sayang berlibur ke Jogja, dan ternyata kerinduan untuk kembali berlibur di Jogja tak pernah padam dari hati saya karena masih banyak tempat yang ingin saya jelajahi di sana. Jogja saya pilih untuk tujuan berlibur karena saya merasakan keromantisan di sana. Selain itu, Jogja juga menawarkan eksotisme yang tidak saya temui di kota-kota lainnya. Makanya saya ajak si Sayang untuk berlibur di sana.

Perjalanan kami ke Jogja dimulai pada hari Kamis, 31 Desember 2009. Dengan menumpang kereta malam kelas bisnis yang dinamakan Senja Utama Yogya, kami berangkat ke Jogja. Perjalanan ini merupakan perjalanan pertama berkereta api jauh bagi si Sayang. Maklumlah di pulau dia tinggal, pemerintah negeri ini belum membuat rel kereta api. Namun, jangan Teman kira dia tidak pernah naik kereta api. Sebelumnya si Sayang pernah menumpang kereta api dari Bandung-Jakarta dan sekarang sedang tergila-gila menumpang kereta api lokal, seperti KA Ciujung. Teman, tak akan saya ceritakan proses perjalanan kami di kereta api menuju Jogja ini.

Saat menjejakkan kaki di halaman Stasiun Tugu, Jogja ternyata masih cantik dan bertambah cantik sejak terakhir kali saya kunjungi di tahun 2006. Si Sayang pun (sepertinya) merasakan hal yang sama. Berbekal sedikit pengetahuan tentang Jogja, saya ajak si Sayang untuk berjalan-jalan mengunjungi tempat-tempat yang menarik, eksotis, dan romantis. Mulai dari Malioboro beserta toko-toko yang yang ada di dalamnya, Alun-alun Lor dengan jajanan khas Jogja, Benteng Vredeburg yang hingga kini masih terasa kental aroma perjuangannya, Candi Prambanan yang dikaitkan dengan cerita Roro Jonggrang, Candi Borobudur dengan stupa-stupanya, hingga ke tempat yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan jika berlibur di Jogja,  yaitu Keraton Ngayogayakarta Hadiningrat. Teman, mungkin lain kali akan saya ceritakan lebih detail mengenai perjalanan ke Jogja ini.

Itulah cerita saya tentang perjalanan berlibur di Jogja akhir tahun lalu. Saat ini, Jogja sedang diliputi kesedihan. Saya pun turut bersedih. Gunung Merapi yang berada di sisi utara Keraton sedang memuntahkan isinya ke permukaan bumi Jogja. Para penduduk di sekitar Merapi kehilangan harta bendanya. Rumah mereka hancur, hewan ternak mereka mati terpanggang awan panas yang turut serta keluar dari muntahan Merapi. Namun, saya tetap berdoa untuk kebaikan Jogja dan selalu memiliki keyakinan bahwa Jogja bisa kembali cantik seperti sedia kala agar kita semua, penduduk Indonesia ataupun warga negara asing bisa kembali merasakan keramahan, keindahan, keeksotisan, dan keromantisan kota Jogja. I hope so….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s