DEATH RACE 2

Suatu hiburan bagi otak manusia tentunya memberikan efek positif. Demikian pula dengan sebuah film. Suatu jenis hiburan yang bisa dinilai muda bila dibandingkan dengan musik. Saya termasuk orang yang gemar menonton film dan mendengarkan musik. Pada akhir pekan, biasanya saya menonton film. Film aksi, drama romantis, komedi, dan horor adalah jenis film yang saya sukai.

Akhir pekan lalu, saya menonton film Death Race 2, sebelumnya saya sudah menonton Death Race. Bagi Teman yang mengira film ini adalah film sekuel dari film sebelumnya, berarti Anda salah mengira. Film ini justru merupakan prekuel (bener gak sih istilahnya ?) dari film Death Race. Di film inilah asal-usul kemunculan tokoh ‘Frankenstein’. Tentunya Teman-teman yang telah menonton Death Race bakalan tahu saat Jensen Ames (diperankan Jason Statham) menjadi Frankenstein. Pertama kali dia masuk ke mobil dan melepas topeng, si navigator wanita, diperankan oleh Natalie Martinesz, bertanya pada dia kemana perginya sosok Frankenstein yang biasanya. Di film ini kita akan tahu siapa dan bagaimana Frankenstein tercipta.

Adalah seorang kriminal bernama Carl ‘Luke’ Lucas, diperankan dengan apik oleh Luke Goss, yang ditugaskan melakukan perampokan oleh bos penjahat bernama Markus Kane. Namun, Kane mengharuskan bahwa perampokan itu dilaksanakan bersama keponakannya. Luke menyanggupinya meskipun dia sangsi dengan kemampuan keponakan Kane. Perampokan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Luke yang selalu merampok dengan cara bersih, kali ini malah membunuh seorang polisi. Para perampok kabur dari bank dengan mobil yang dikendarai Luke dan tentunya mereka dikejar-kejar oleh polisi. Sampai pada suatu titik, Luke menurunkan perampok lainnya dan dia tetap melanjutkan pelariannya. Luke akhirnya tertangkap dan dipenjara di Terminal Island yang merupakan penjara ini di bawah penguasaan pihak swasta.

Di penjara ini ada kompetisi bernama Death Match yang disiarkan secara langsung melalui jaringan televisi. Penggagas acara ini adalah September Jones, seorang mantan Miss Universe yang dicabut mahkotanya lantaran terlibat skandal seks dengan kelima juri penilai. Aturan main Death Match sederhana saja, bunuhlah lawan bertarungmu atau buat dia menyerah ! Namun, apabila tidak ada yang terbunuh atau menyerah, maka panitia pertandingan yang akan membunuh kedua peserta. Luke pun terpilih menjadi salah seorang petarung. Saat sedang berlangsung pertarungan antara Luke dan Big Bill, terjadilah kekacauan hebat sesama napi. Kekacauan ini mengakibatkan share profit dari siaran ini, yang asalnya sudah rendah, semakin merosot.

calon FrankensteinUntuk mengantisipasi kerugian, Jones mengusulkan membuat balapan antar napi. Pemilik TV menyetujuinya dan menamakan Death Race acara untuk acara baru tersebut. Nantinya Death Race akan disiarkan melalui internet ke seluruh dunia. Hadiahnya sangat menggiurkan bagi para napi, yakni kebebasan bagi peserta yang bisa memenangkan perlombaan sebanyak lima kali. Antusiasme narapidana sangat tinggi dan akhirnya hanya terpilih delapan peserta lomba. Sementara itu, Markus Kane mengira bahwa Luke telah berkhianat padanya dan memerintahkan orang untuk membunuhnya. Akhirnya dia kumpulkan para pemimpin penjahat untuk memuluskan rencananya. Permintaan Kane ini pun sampai juga ke napi di Terminal Island.

Beberapa napi yang telah mengetahui permintaan Kane, berusaha membunuh Luke. Namun, dia tidak mudah dibunuh. Pada balapan hari kedua ada seseorang yang menyabotase mobil balapannya sehingga senapan di mobilnya tidak bisa digunakan. Luke mengalami kecelakaan hebat dengan luka bakar stadium 2 pada beberapa bagian muka, tangan, dan sebagian besar tubuhnya. Jones kemudian menawari Luke untuk memalsukan kematiannya dengan dua alasan. Pertama Kane tak akan mengejar Luke lagi karena dia akan mengira Luke mati dan yang kedua agar bisnis pertunjukan Death Race yang digagasnya tetap bisa berlanjut. Luke menyetujui tawaran tersebut. Luke berganti identitas menjadi Frankenstein dan melanjutkan balapan dengan mengenakan topeng. Maka sejak itulah tokoh Frankenstein yang  merajai Death Race tercipta.

Pesan moral yang saya dapat dari film ini adalah :

  1. Loyalitas yang kita berikan pada seseorang, belum tentu dibalas dengan loyalitas yang sama oleh orang lain itu.
  2. Dalam diri tiap orang, selalu ada sisi baik.
  3. Siapa yang menggali lubang, niscaya dia akan jatuh ke dalam lubang yang telah dibuatnya atau dengan kata lain barang siapa menabur angin, dia akan menuai badai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s