RANAH 3 WARNA [anderkaper]

Alhamdulillah kita masih dipertemukan dengan Senin pagi di penghujung bulan pertama di tahun 2011 ini. Semoga akhir pekan kemarin memberikan energi dan semangat lebih bagi Teman semua untuk menghadapi segala aktivitas di pekan ini.

Akhir pekan kemarin saya isi dengan membaca sebuah buku kedua dari trilogi Negeri 5 Menara, yakni Ranah 3 Warna. Wah, jika membaca buku yang tergolong asyik, saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Sampai-sampai saya lupa dengan lingkungan sekitar. Semua perhatian saya tercurah pada buku yang sedang saya baca.

Oiya, jangan berharap saya akan memberikan ringkasan cerita tentang buku Ranah 3 Warna ini. Saya hanya bisa berkata BAGUS BANGET untuk buku yang satu ini. Alur ceritanya menarik, dan tak bosan untuk membacanya. Terkadang, saat membaca buku saya sering melewatkan beberapa bagian kalimat yang saya anggap tidak menarik. Namun, kali ini beda. Saya lahap tiap kata yang tersaji di buku Ranah 3 Warna. Nah, justru dari kelahapan ini saya melihat ada beberapa kata atau kalimat yang terasa aneh bagi saya.

Oke, Teman ini beberapa keanehan yang tertangkap oleh mata saya :

  1. Pada halaman 302. Terdapat kata barbecue untuk merujuk cara pengolahan daging dengan cara dibakar, dipanggang, atau diasapi yang biasanya dilakukan oleh orang-orang Barat. Terasa aneh memang di mata saya, namun memang benar adanya. Penulisan barbecue memang benar, namun pada umumnya orang-orang ngomong barbecue jadi barbeque. Nah, hal inilah yang menimbulkan keanehan bagi saya yang telah terbiasa membaca barbeque.
  2. Pada halaman 394, ada sebuah dialog yang juga terasa aneh seperti ini : “Maaf banget Raisa, aku ada liputan penting sampai sore tadi balai kota.” bela diriku. Bagi saya hal ini aneh, ada suatu ketidaknyambungan pada kalimat ini. Alangkah baiknya jika “Maaf banget Raisa, aku ada liputan penting sampai sore tadi di balai kota.” bela diriku.
  3. Pada halaman 472, ada pengumuman tentang bagaimana caranya menghubungi penulis. Ada kesalahan penulisan kata bicara menjadi biycara.

Teman, saya bukanlah jagoan dalam tata bahasa. Saya hanyalah manusia biasa yang merasa ada keanehan pada saat membaca novel Ranah 3 Warna. Atas tulisan ini saya harap ada senyum tersungging, tak ada perasaan yang tersinggung.

P.S : sengaja saya tidak membahas nilai yang terkandung dalam novel ini karena pasti sudah banyak orang yang membahasnya. Apabila Teman ingin mengetahui nilai-nilai tersebut, segeralah membacanya dan resapi setiap hikmah yang terkandung di dalamnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s