Cinta Itu Menyapamu

Teman, kubuatkan tulisan ini hanya untukmu. Hanya berusaha menyampaikan hal yang berkecamuk di pikiranku. Teman, kuharapkan kau mengerti alasan di balik tulisan ini. Aku yakin kau akan membaca tulisan ini.

Teman, kita sama-sama manusia yang memiliki fitrah yang sama. Kutahu saat ini fitrah itu sedang menghampirimu. Fitrah ini mungkin fitrah terindah bagi manusia. Kau sedang jatuh cinta Teman. Sebuah makhluk yang menurut para pujangga berjuta rasanya. Saat ini kau sedang mendengar nyanyian beribu dewa-dewi cinta yang menggema di duniamu. Suatu perasaan agung yang diciptakan oleh Yang Maha Agung. Semua manusia pasti pernah merasakan hal yang sedang kau alami saat ini. Namun mengapa kau melakukan semua hal itu untuk cinta ? Mengapa Teman ?

 

diriku dan dirinya

diriku dan dirinya

Teman, sebelum makhluk bernama cinta itu menyergapmu kau tampil sebagai dirimu sendiri. Kau mempunyai merek tersendiri, mempunyai kekhasan, begitu dirimu. Lalu sang cinta pun datang dan perlahan merenggut merekmu, kekhasan dirimu, dan bahkan identitasmu sendiri. Kau menjadi seorang pribadi yang kaku, terlihat harus sempurna bila di depannya, bahkan bisa saja aku tak mengenalimu jika kau terus seperti itu. Apakah memang demikian jika orang sedang dilanda cinta ?

Teman, tak perlulah kau bersikap seperti itu. Tak perlulah kau memaksakan tampil sempurna di depannya, sungguh tak perlu. Kutakut kau akan mengecewakan orang yang kau cintai dengan sikapmu yang seperti itu. Tampilkanlah dirimu apa adanya sejak kau mencintainya, tak perlu kau sembunyikan atau kau ganti sikapmu itu. Bagiku, tak jadi masalah jika kau ingin menjadi orang yang lebih baik dan lebih benar karena semua manusia memang harus seperti itu. Namun, jika kau memutuskan menjadi lebih baik karena seseorang maka kau harus meluruskan niatmu itu. Jadilah lebih baik, lebih paham, dan lebih benar karena agamamu, karena Rabb-mu. Teman, bukankah Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi kita jika kita menjadi lebih baik bagi diri-Nya ?

Teman, tak perlu kau menutupi wajah aslimu dengan topeng yang aneh itu. Kau sudah baik dan bagus dengan wajah aslimu. Percayalah dengan wajah aslimu, gapailah cintamu, dan percayakan cintamu pada Sang Pencipta Cinta. Aku bukanlah seorang pakar soal percintaan dan aku hanya sedang berusaha mengingatkanmu. Semoga dirinya menyambut cintamu karena kau menunjukkan wajah aslimu.

 

3 thoughts on “Cinta Itu Menyapamu

  1. hmmm….
    yeah..
    “like it”
    surat cinta sahabat buat kawan-nya…
    banyak jalan untuk hijrah…
    bisa jadi cinta salah satunya..
    selama itu tak menyiksamu secara berlebihan..
    Teruslah berjalan kawan,
    meski topeng itu tak disukai beberapa kawan lain😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s