Lain di Sini, LAIN di Sana

Ibu Siti (S) :“Pak, kok rekomendasi yang saya butuhkan belum jadi juga ?”

Pak Jaja (J) :“Ouh, itu karena masih ada persyaratan yang kurang.

S : “Kok baru dikasih tahu sekarang Pak ? Kemarin-kemarin ke mana aja ? Kalau Bapak ngasih tau dari kemarin, saya kan bisa mempersiapkan kekurangannya. Mana waktu penyerahannya semakin mepet lagi. Yaudah deh Pak, sekarang tolong saya dikasih tahu persyaratan apa saja yang kurang !

J :Hmmm… ntar ya saya liat dulu berkas apa aja yang masih perlu Ibu lengkapi. Nanti saya hubungi Ibu lagi.

Beberapa saat kemudian,

S : “Pak, katanya mau ngehubungin saya tentang kekurangan persyaratan itu.

J : “Ehh, lupa Bu. Maaf ya…..

S : “Oke, gak papa. Sekarang tolong kasih tau apa aja persyaratan yang perlu saya lengkapi biar rekomendasi yang saya perlukan segera selesai.”

J : Hehehe, ntar saya cek berkas punya Ibu ya.

S : “Lah, dari tadi ngapain aja ? Trus dari mana Bapak tahu kalo persyaratan untuk rekomendasi itu masih kurang ?”

J : “………………………

Teman, percaya tidak jika percakapan itu nyata ?

–00 O 00–

Percakapan tersebut merupakan dramatisasi dari percakapan seorang pejabat di kantor saya (sebut saja Ibu Siti, bukan nama sebenarnya) dengan seorang pejabat dari instansi LAIN, sebut saja Bapak Jaja (bukan nama sebenarnya). Kantor kami sedang membutuhkan rekomendasi tenaga pengajar dari LAIN (dan yang bisa mengeluarkan rekomendasi itu hanya LAIN). Kata pihak LAIN, pada permintaan rekomendasi dari kami masih terdapat kekurangan berkas persyaratan Merasa berkas persyaratan dari kantor kami telah disampaikan dengan lengkap, Ibu Siti lantas menelepon Pak Jaja. Lalu terjadilah percakapan seperti di atas.

Inti dari percakapan yang sebenarnya adalah, Pak Jaja belum memeriksa semua kelengkapan berkas dari kantor kami. Akhirnya, dua hari sejak hari ini Pak Jaja berjanji akan menghubungi Ibu Siti mengenai kelengkapan berkas dimaksud. Kita tunggu dan saksikan saja apakah janji Pak Jaja akan dipenuhi atau tidak.

Hikmahnya, nek ngomong aja asal ndeplak nek urung ana buktine. Ngerti ora, Ja ?

2 thoughts on “Lain di Sini, LAIN di Sana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s