Premkinton

Pada hari ini, tepat satu tahun saya mendapatkan dan melalui hari-hari saya bersama Prem. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Rasanya baru kemarin saya mendapatkannya. Dia yang menemani saya pergi ke manapun. Dia yang tak pernah mengeluh meskipun saya ‘menyiksa’nya. Dia yang baik meskipun sikap saya kurang baik padanya. Dia yang baru pertama kalinya saya ajak ke dokter (padahal semestinya dalam setahun ini saya mengajaknya tiga kali). Prem, terima kasih karena kau telah menemani hari-hariku.

saya dan prem selepas fun bike di Bintaro

Awal April 2010, saya dan si sayang pergi ke sebuah agen sepeda. Sebelumnya saya sudah memutuskan untuk membeli sepeda Polygon Premier 3.0 karena harganya yang relatif terjangkau bagi saya dan tongkrongannya yang gagah. Cocok dengan saya yang gagah pula, hahaha…..😀 Namun, apa daya persediaan sepeda inceran saya tidak ada di agen tersebut. Maka kami pulang dengan tangan hampa, tak bisa membawa sepeda yang saya cari. Untuk berjaga-jaga, saya mengisi buku pesanan. Siapa tahu besok-besok kalau ada sepeda tersebut, mereka bisa langsung menghubungi saya. Oiya, niat awal saya membeli sepeda adalah untuk menjaga kebugaran sekaligus berhemat.

saya dan prem di Bundaran Hotel Indonesia pas HBKB

Hingga dua minggu sejak kedatangan saya ke agen tersebut kabar tentang sepeda pesanan saya tak kunjung datang. Selama kurun waktu tersebut, ada perasaan penasaran pada diri saya seperti orang yang sedang menanti kapan keluar arisan. Lama-kelamaan, rasa penasaran itu berkurang dan presentase pikiran tentang sepeda di otak saya mulai turun. Hingga pada tanggal 22 April 2010, sepeda itu bisa saya dapatkan. Saat sedang asyik berjalan-jalan di dalam mall di kawasan Bintaro, mata saya tertuju pada sosok seksi yang ada di sebuah toko. Dialah sepeda yang selama ini saya tunggu, Polygon Premier 3.0 ! Perasaan senang membuncah dari dalam dada ini seperti orang yang lega karena bisul yang dideritanya telah pecah. Sejak itulah Prem menjadi milik saya.

Sudah banyak peristiwa yang saya lalui bersama Prem. Saya dan Prem pernah mengikuti fun bike yang diadakan oleh Ace Hardware Bintaro. Prem juga pernah dua kali saya ajak ke kawasan Sudirman- Thamrin dalam rangka Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Saat ada acara Ride of Silent, saya dan Prem pun turut ambil bagian. Prem tentunya paling sering menemani saya berangkat dan pulang kantor. Dia begitu tangguh saat saya siksa di atas jalan yang berbatu. Dia begitu lincah untuk dibawa di tengah kemacetan.  Bahkan saya pun pernah mengajaknya ke kontrakan teman di Utan Panjang. Tahu apa yang mereka katakana ? “Wah, alus euy ! Sabarahaan ? Ngajaran heueuh*…”

menyusuri jalanan Jakarta bersama prem

Hingga sekarang Prem masih setia menemani saya bepergian. Dia tidak rewel dan gampang diurus. Hanya saja, saat ini bottom bracket Prem sering mengeluarkan bunyi. Semoga saja saya bisa segera menemukan penyebabnya agar Prem kembali normal. Impian saya bisa membawa Prem lebih jauh lagi, tak hanya di sekitar Jakarta saja. Mungkin ke Bandung atau Yogyakarta.

Prem, terima kasih untuk waktu setahun ini. Semoga kau selalu sehat dan panjang umur. Prem, you’re my ride, my pride.

My ride, my pride

*Wah, bagus nih ! Berapaan (harganya) ? Nyobain ya…


4 thoughts on “Premkinton

  1. rahmaniarahma says:

    sangatt suka suka dgn nickname-nya “premKINTON”
    inget2 bwt dbawa ke salon yah si premnya.,kn kasian klo dekil muluw,,apalagi smpe karatan..hehehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s