Tak Perlu Judul, Hanya Kita

Sosok itu tidak terlalu rupawan ataupun terlalu buruk, sedang-sedang saja. Dari dirinyalah aku menemukan makna hidup. Tak pernah aku mendengar keluhannya, justru akulah yang sering menumpahkan keluhanku. Dia tak pernah meminta, namun sering memberi. Dia yang tak pernah sekalipun membiarkan aku dalam kesusahan.

Kuingat, pada suatu hari di tahun 2010 tak tampak raut ceria di wajahnya. Kutanya mengapa ?, jawabnya hanyalah tak apa. Selang beberapa waktu kutahu bahwa dia sedih karena tak bisa memberikan kado di hari lahirku. Perlu kau tahu kawan, engkaulah kado terindah dari Tuhan untukku. Cukup engkau saja kadoku kawan.

Jarak yang jauh tak merenggangkan hubungan kita, malah justru mempereratnya. Hingga tibalah hari ini, sosok itu berdiri di hadapanku, di depan sang penghulu. Kita tak pernah memikirkan ujung perjalanan ini, namun kini kutahu bahwa kau dan aku akan menyatu menjadi keluarga. Kau, yang semula sahabatku telah menjelma menjadi besanku. Semoga hubungan ini tetap terpelihara, semoga tetap indah.

29 thoughts on “Tak Perlu Judul, Hanya Kita

  1. Sofyan says:

    wah romatis banget…apa ini benar² ada di dunia nyata atau hanya sekedar tulisan “tanpa Judul”…hehehe jadi serius banget..

  2. kalau tulisan ini ngedaptar sebagai peserta pertama
    niscaya tak akan ada pendaptar lainnya
    karena Bang Aswi langsung menemukan juaranya…
    semangad Zon..

    sedj

  3. admin says:

    Semua lagi gandrung dengan lomba ini, tak terkecuali bang Jon.
    Semoga kisah ini bisa memberikan makna lebih bagi setiap yang baca.
    Sukses bang.

    kanglurik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s