Hujan Februari 2015

Temans, postingan ini sekedar ucapan selamat menulis kembali dari saya untuk diri saya sendiri. Sudah bertahun-tahun yang lalu (lebay…) saya vakum dari dunia penulisan. Semoga di tahun 2015 ini saya bisa menulis secara konsisten, ya minimal satu bulan satu tulisan…. ^^

Baiklah Temans, hujan di Februari 2015 ini merupakan hujan yang penuh rahmat dan sebagian orang tidak bisa melihat rahmat tersebut. Begini perincian hujan sebagai rahmat:

Hujan turun untuk menambah stok air tawar di Bumi ini. Sang Pencipta Maha Tahu bahwa stok air tawar di Bumi ini hanyalah sebesar 3% dari keseluruhan stok air di Bumi. Sang Maha Tahu pun sangat mengerti bahwa manusia, hewan dan tumbuhan di daratan Bumi ini sangat membutuhkan air tawar untuk kelangsungan hidup mereka.

Hujan turun untuk mendekatkan sesama. Tak jarang dengan adanya hujan, seseorang memutuskan berteduh di teras rumah orang lain. Bukankah ini menunjukkan bahwa seseorang yang kehujanan itu merasa ‘aman’ dan ‘dekat’ dengan pemilik rumah (IMO)? Selain itu, konon katanya hujan membuat pasutri semakin dekat satu sama lain. (Gimana gak mau deket-deketan, lha wong udara sekitar dingin jadi pengen deket ama pasangan biar kerasa anget).

Hujan membuat manusia belajar bersyukur. Saat melihat tetangga kampung lain kebanjiran (karena drainase yang jelek sehingga tidak bisa menampung dan menyalurkan air hujan) orang yang tidak kebanjiran biasanya akan mengucapkan, “Untung rumah kita gak kebanjiran ya…”

Hujan turun untuk meningkatkan kepedulian sesama. Tidak sedikir pemilik rumah yang melihat orang yang sedang berteduh di teras rumahnya lantas memberikan bantuan lainnya berupa minuman hangat atau cemilan (saya mengalami hal ini waktu kehujanan sepulang sekolah di tahun 1990an). Bahkan orang yang mengucapkan syukur karena rumahnya tidak kebajiran, tidak jarang menambah ucapannya dengan “Yuk, kita bantu mereka yang kebanjiran”

Hujan turun sebagai upaya meningkatkan kemampuan manusia dalam mengekplorasi kemampuan otaknya. Contoh kasus di Jakarta, kalau diguyur hujan deras dan lama semua orang Indonesia bakalan tahun kalau Jakarta biasanya akan kebanjiran. Seyogyanya ada ilmuwan yang berpikir untuk mengatasi banjir ini dengan kemampuan otak yang dimiliki. Bisa jadi ada pula ilmuwan atau bahkan warga yang menciptakan teknologi sederhana pengolahan air hujan untuk kebutuhan rumah tangga.

Jadi, apalagi rahmat dari-Nya yang diturunkan bersamaan dengan hujan ?

2 thoughts on “Hujan Februari 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s