ABOUT ME

Nama saya Alijon Adit. Nama yang cukup unik menurut teman-teman semasa sekolah. Saya pun tak mengetahui  letak keunikannya.  Saya bahkan sampai menanyakan arti nama itu pada orang tua saya, dan jawabannya luar biasa. “Bapak juga nggak tau artinya. Itu nama hasil rembugan antara Bapak ma Bu Likmu. Kami berdua nemu nama itu di primbon” Nah lho…

Alijon Adit seorang lelaki biasa yang dilahirkan di sebuah desa bernama Karang Kemiri, Maos, Cilacap. Ayah saya bekerja sebagai seorang buruh pabrik pada saat saya dilahirkan, sedangkan ibu saya seorang ibu rumah tangga yang biasa saja. Saya merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Saya tidak sempat mengenal siapa kakak lelaki saya karena dia meninggal saat masih balita. Kedua adik saya pun laki-laki, yang sekarang sudah beranjak dewasa.

Saya menghabiskan masa kanak-kanak saya di Bandung. Saya sudah lupa sejak kapan saya mulai tinggal di kota yang sejuk ini, yang jelas saya menghabiskan masa-masa SD di Bandung. Saya disekolahkan di SD Negeri Pajajaran IV oleh orang tua saya. Enam tahun di SD saya lalui dengan gemilang, tanpa tinggal kelas dan selalu masuk lima besar di kelas. Hal ini yang membuat pihak sekolah “mengandalkan” saya untuk acara-acara lomba antar sekolah. Bila mengingat hal ini kembali, saya jadi malu dan suka senyum-senyum sendiri. Ada satu kejadian yang sangat saya ingat sewaktu SD. Wali kelas 4 saya, Ibu Ratnaningsih, mempunyai cara yang unik untuk memotivasi para siswanya agar giat belajar. Saat ulangan harian ada peraturan yang diterapkan oleh Ibu Ratna, yakni adanya “uang denda” dan “hadiah”. Uang denda ini diberlakukan bagi siswa yang nilai ulangan lebih kecil dari 6, sedangkan hadiah diberikan pada siswa yang mendapat nilai di atas 8 saat ulangan. Dan saya selalu mendapat uang hadiah itu. Hahahahaha…..

Saya lulus SD bertepatan dengan adanya krisis moneter yang turut serta melanda negeri ini. Akhirnya dengan segala pertimbangan, orang tua saya memutuskan untuk membawa kami bertiga kembali ke desa. Keputusan yang sangat bijak , menurut saya. Saya tinggal bersama Nenek, Emak, dan keuda adik saya. Bapak tetap bertahan di Bandung. Saya didaftarkan ke SMPN 2 Maos (kala itu SLTPN), karena menurut saudara sekampung, sekolah itu merupakan sekolah favorit di kecamatan Maos. Kelak saat bersekolah, saya baru menyadari bahwa sekolah ini menduduki rangking 3 se-Kabupaten Cilacap dalam urusan prestasi sekolah. Butuh adaptasi yang tidak mudah bagi saya agar bisa bergaul dengan teman-teman di sini. Saya belum terlalu menguasai bahasa Jawa ! Hal yang paling membuat saya terkejut adalah saat guru bahasa Jawa menugaskan kami sekelas untuk membuat pacelathon dan menulis huruf Jawa. Beuuu…. sebuah  tugas yang lumayan berat untuk saya. Akhirnya dengan bantuan dari tetangga, saya bisa mengerjakan tugas itu. Saat itu saya baru tahu bahwa pacelathon itu merupakan tugas membuat dialog. Hehehehe….

Masa-masa SMA pun saya habiskan di Maos. Tadinya saya hendak bersekolah di SMKN 1 Cilacap, namun karena ternyata saya divonis buta warna oleh tim penguji kesehatan, maka saya tidak lulus mendaftar di sekolah itu. SMAN 1 Maos menjadi pilihan saya karena dekat dengan rumah dan merupakan SMA Negeri SATU-SATUnya di Maos. Hahahaha…. Tapi meski demikian, prestasi siswa di sini tidak kalah dengan prestasi siswa di Kabupaten Cilacap. SMAN 1 Maos menduduki rangking 3 se-Kabupaten Cilacap. Saat saya kelas 2, Emak memutuskan kembali ke Bandung untuk berkumpul kembali bersama Bapak. Saya memutuskan untuk tetap tinggal di Maos karena nanggung kalo harus pindah sekolah. Di SMA saya mendapatkan masa-masa indah selama bersekolah. Namun, saya juga mengalami kehilangan terbesar saat SMA. Saya kehilangan orang yang paling saya cintai selama hidup saya, yaitu Emak. Untungnya saya masih memiliki teman-teman sekolah yang bisa membangkitkan semangat saya bersekolah.

Nah, lulus dari SMA saya balik lagi ke Bandung menyusul Bapak dan adik-adik. Saya menganggur selama setahun sebelum akhirnya bisa kuliah gratis di Sekolah Top Anti Nganggur aka. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Lulus Diploma 1 tahun 2006, tepatnya 9 September 2006,  dan mulai masuk kerja bulan November 2006. Pada pertengahan Januari 2007, saya kuliah lagi di Diploma 3 Keuangan dengan Kurikulum Khusus dan lulus awal tahun 2009.

Nah, itu cerita panjangnya. Di bawah ini saya kasih ringkasannya.

Pendidikan:

1998 SDN Pajajaran IV Bandung

2001 SLTPN 2 Maos, Cilacap

2004 SMAN 1 Maos, Cilacap

2006 Diploma 1 Kebendaharaan Negara STAN

2009 Diploma 3 Akuntansi Kurikulum Khusus STAN

Kegiatan yang pernah diikuti:

SD

  1. Cerdas Cermat di TVRI (waktu SD, kayaknya sih tahun 1997)
  2. Dokter Kecil
  3. Siswa Teladan tingkat Kecamatan Cicendo (lupa tahunnya)

SMP

Jambore Daerah Jawa Tengah Tahun 1999

SMA

Beu…. saya lupa selama SMA ngikut lomba apa aj. Yang pasti kebanyakan di bidang Pramuka.

13 thoughts on “ABOUT ME

    • Alijon Adit says:

      Iya, saya alumnus dari situ. Ika Faikoh ??? wah, saya baru dengar namanya. Mungkin kalau saya lihat mukanya, saya baru ingat.

      Terima kasih sudah meninggalkan komentar… ^_^

  1. waktu di karang kemiri kamu tinggal di mana and sekolah alumni tahun berapa di smpn 2 maosnya? aku juga anak karang kemiri . kec maos kab cilacap . temen 2 ku semua di smp n 2 maos sama smpn 3 maos cuma aku yang di smpn 1 maos

    makasih atas tanggapanya

    by sudiman

  2. Salam bloger mas bro; senang bisa mampir & juga akan senang kalau anda mampir ke blogku. Semoga perjumpaan ini menambah khazanah pemahaman kita semua tentang Indonesia, dan hal-hal yang menarik di dalamnya. Sukses!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s